The Art of Drinking Kopi Selir

Kopi, menu minuman yang tak tergantikan ketika liburan dan bertemu teman untuk berbagi kebahagiaan.

Kopi Selir van Lamongan

Berbagi Kopi Ketika Liburan, Berbagi Kebahagiaan Bersama Teman

Kopi Selir adalah sebutan bagi kopi (tubruk) a la Lamongan dan Gresik. Kopi jenis ini memiliki rasa yang khas dan jarang dijumpai di tempat lain.

Setiap penjual Kopi Selir selalu memiliki resep (andalan) yang berbeda dengan sesama penjual Kopi Selir lainnya. Efeknya, resep “andalan” itulah yang membuat racikan sang pedagang Kopi Selir mereka selalu didatangi para pembeli. Biasanya, setiap penikmat Kopi Selir memiliki tempat favorit dimana mereka bisa minum kopi sekaligus bercengkrama sesama sahabat dan kawan.

“Minum”, dalam konteks budaya, adalah hidup dengan aneka ragam keberlimpahan, yang menyiratkan aneka ragam formula racikan minuman, kekayaan petualangan lidah, kepekaan, serta seni mengalami bawah dan merasai hidup. Kadang satu jenis minuman mengalami perkembangan dan terbagi ke dalam berbagai jenis minuman yang berbeda, sehingga sulit menghafal satu nama jenis minuman dengan nama lainnya. Eksplorasi manusia akan jenis minuman melahirkan beragam minuman yang selalu baru dan fantastis.

Minum dalam ruang budaya, adalah kesederhanaan yang agung dan penuh dengan keindahan. Di Jawa misalnya, minuman kerap disebut dengan nama “wedang” atau “wedhang”. Wedang itu bersifat sangat budayawi, bahkan terhubung dengan makna-makna etis yang luar biasa.

Wedang berasal dari dua anagram. Ada yang berpandangan berasal dari kata “nggawe kadhang”, yang artinya memanggil saudara, ada pula yang meyakini gabungan dari kata “nggawe kadhang”. “Nggawe” itu berarti “membuat”, sedangkan “kadhang” berarti “saudara”. Maka jika digabung “nggawe kadhang”, artinya membuat atau membangun persaudaraan. Hanya saja dalam pengungkapannya, dua kata itu kemudian diambil suku kata belakangnya saja, menjadi “we-dang”, dan kemudian digunakan untuk menyebut minuman, yang dimaksud untuk membangun persaudaraan.

Jadi, jika menilik konteks diatas, wedhang atau minuman tidaklah lagi semata-mata benda cair yang termuat dalam wadah bentuk tertentu yang eksotis dan dimaksudkan untuk menghilangkan dahaga. Sebaliknya, minuman adalah alat, sekaligus simbol, yang mengandaikan sebuah sikap hidup untuk selalu mau dan rela berbagi dengan sesama, baik dalam suka dan duka. Sikap ini, tentu saja bukan sikap hidup yang mudah untuk diterapkan sebab berbagi adalah sikap yang selalu terhubung dengan rasa kepemilikan diri, baik pada hal-hal yang bersifat duniawi maupun tidak.

Berbagi, berarti melampaui kuatnya belenggu kepemilikan atas diri sendiri dan hidup itu sendiri. Dan hanya mereka yang sungguh-sungguh memiliki hati yang sudah tidak terbelenggu lah yang mampu berbagi, termasuk berbagi minuman tentunya.

Referensi terkait :
-The Art of Drinking, Sejarah Minuman dan Keberminuman, Sumirat Lohjati, Maret 2011

*Code, Coffee and Context. Lamongan, Jawa Timur

The Art of Drinking Kopi Selir
Tanggal publikasi
: Februari 2, 2018
Modifikasi terakhir
: Maret 26, 2018