Festival Serumpun Melayu Pesisir, Ajang Gelar Kearifan Islami Lokal

Menggali kearifan Islami lokal di Festival Karya Tari Daerah Serumpun Melayu Pesisir, Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Festival Serumpun Melayu Pesisir, Barito Kuala

Karya Seni Tari Daerah, Wujud Nilai-Nilai Luhur dan Kearifan Lokal.

Tari adalah ungkapan perasaan jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak ritmis yang indah dan diiringi musik. Tari juga merupakan alat ekspresi ataupun sarana komunikasi seseorang seniman kepada orang lain.

Sebagai alat ekspresi, tari mampu menciptakan untaian gerak yang dapat membuat penikmatmya peka terhadap sesuatu yang ada dan terjadi di sekitarnya. Sebab, tari adalah sebuah ucapan, pernyataan dan ekspresi daam gerak yang memuat komentar-komentar mengenai realitas kehidupan yang bisa merasuk di benak penikmatnya setelah pertunjukan selesai.

Seni tari tumbuh dan berkembang secara alami. Pertumbuhan seni tari pun selalu mengikuti gerak sosial dari masyarakat atau komunitas pemangkunya. Pertumbuhan seni tari mempunyai fungsi revitalisasi nilai-nilai pembentuk pola hidup. Oleh karena itu, tak sedikit orang yang bilang bahwa seni tari pun memiliki nilai-nilai kearifan lokal daerah.

Kearifan lokal yang tersimpan dalam seni tari pada masyarakat merupakan sebuah kekayaan masa lalu yang bersifat historikal. Mempelajari seni tari daerah juga berarti memahami keberadaan masyarakat beserta nilai-nilai luhur yang tersimpan dari daerah tersebut.

Kearifan Lokal di Festival Tari Serumpun Melayu Pesisir

Salah seorang budayawan Kalimantan Selatan, Mukhlis Maman, menjelaskan bahwa Serumpun Melayu Pesisir adalah sebuah identitas masyarakat yang mendiami pesisir sungai dan laut di Kalimantan, khususnya di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng). Dan identitas geografis pesisir sungai dan laut ini pula yang menjadi salah satu dasar pelaksanaan Festival Karya Tari Daerah Serumpun Melayu Pesisir di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Sebuah agenda tahunan yang menarik dan teramat sayang untuk dilewatkan.

Kenapa?

Karena nuansa Festival Karya Tari Daerah Serumpun Melayu Pesisir berbeda dengan festival atau lomba karya tari (di) daerah lainnya.

Ya, satu hal yang tersirat dalam Festival Serumpun Melayu Pesisir adalah kearifan lokal yang terasa Islami dan itu tertuang dalam kreasi karya tari daerah yang ditampilkan di atas panggung. Uniknya, meski Kalimantan Selatan identik dengan suku Banjar dan Dayak, nuansa Dayak tidak begitu terwakili seperti dalam festival karya tari lainnya. Bagi kami, ini yang membuat Festival Serumpun Melayu Pesisir menarik dan unik.

Festival Karya Tari Daerah Serumpun Melayu Pesisir dilaksanakan pada bulan Januari setiap tahunnya sebagai salah satu rangkaian acara untuk memeriahkan hari jadi Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan.

Tertarik?

Untuk tahun 2018, Festival Serumpun Melayu Pesisir (sudah) dilaksanakan pada tanggal 10 Januari 2018 di Lapangan 5 Desember, Marabahan, Barito Kuala. Tahun 2019, insyaAllah Festival Tari Serumpun Melayu Pesisir akan digelar ditempat yang sama. Jadi, mulai masukkan ke dalam agenda wisata 2019 ya.

Festival Serumpun Melayu Pesisir, Ajang Gelar Kearifan Islami Lokal
Tanggal publikasi
: Maret 9, 2018
Modifikasi terakhir
: Maret 26, 2018