Indonesian Islamic Art Museum, Museum Seni Islam Pertama di Indonesia

Telusuri jejak Islam dunia di Indonesian Islamic Art Museum, museum seni Islam pertama di Indonesia.

Baju Zirah Ksatria Muslim Ottoman Turki

#MampirLamongan, Mampir ke Indonesian Islamic Art Museum di Paciran.

Dibuka resmi pada 22 Desember 2016, Indonesian Islamic Art Museum atau Museum Seni Islam Indonesia terletak tepat di depan / seberang Maharani Zoo & Goa dan masih satu lokasi yang sama dengan Wisata Bahari Lamongan (WBL).

Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, Indonesian Islamic Art Museum menjadi jawaban bagi mereka yang ingin tahu tentang sejarah dan peninggalan seni Islami dari berbagai penjuru dunia. Sejarah penyebaran Islam sendiri ditampilkan dalam sebuah film “The Glorius of Islam” yang dapat dilihat secara gratis ketika kita pertama kali memasuki area museum.

Secara garis besar, Museum Seni Islam Indonesia terbagi dalam 3 (tiga) zona utama, yaitu zona audio visual, zona koleksi benda-benda kuno peninggalan Islam dan zona sejarah perkembangan agama Islam dari masa ke masa. Pemandu pun siap dan mendampingi kita sejak petama kali kita datang sampai kita meninggalkan museum. Psst.. pemandunya bisa tiga bahasa lho. Arab, Inggris dan Indonesia.

Khusus untuk peninggalan seni Islam (zona koleksi benda-benda kuno), setidaknya terdapat 7 galeri utama yang menampilkan berbagai peninggalan seni Islam. Mulai dari galeri Ottoman Turki, Mughal-India, China, Samudra Pasai, Aceh, Mataram Islam sampai Walisongo. Berbagai koleksi seperti baju zirah para ksatria Muslim di masa Ottoman, Al Quran kecil yang selalu dibawa setiap saat oleh pemeluk Islam ketika bepergian jauh dan berperang, gamelan, wayang, dan pintu kayu tradisional Madura pada masa Islam pun mewarnai koleksi seni Islami di Indonesian Islamic Art Museum. Setiap koleksi dilengkapi dengan penjelasan dalam tiga bahasa pula (Arab, Inggris dan Indonesia).

Menariknya, Indonesian Islamic Art Museum juga memiliki area diorama yang menampilkan sejarah perkembangan Islam. Area ini terbagi dalam dua tema besar, yaitu Perkampungan China Islam dan Nusantara. Replika Masjig Cheng Ho, kapal Cheng Ho, pasar tradisional, toko klontong dan toko obat-obatan herbal merupakan sebagian dari ragam pesona yang ada. Sementara itu, tema (Islam) Nusantara pun menawarkan replika Masjid Agung Banten, toko Persia, pergudangan Belanda dan Kesultanan Demak sebagai sebagian ragam pesona yang tak kalah menariknya untuk dijadikan media swafoto dan belajar sejarah.

Sedikit tips dari MOSLEMTRAVELER.COM, lakukan kunjungan ke Indonesian Islamic Art Museum (Museum Seni Islam Indonesia) sebelum menghabiskan waktu berwisata di Wisata Bahari Lamongan (WBL). Kenapa? Karena tenaga sudah banyak terkuras jika kita pergi ke Wisata Bahari Lamongan dulu. Jadi tidak bisa benar-benar menikmati apa yang ada dan ditawarkan di dalam Museum Seni Islam Indonesia.

Indonesian Islamic Art Museum, Museum Seni Islam Pertama di Indonesia
Tanggal publikasi
: Maret 3, 2018
Modifikasi terakhir
: Maret 26, 2018