Nol Kilometer di Makkah al Mukarramah

Banyak yang lupa, bahwa sebuah hasil tentunya tak akan pernah mengkhianati usaha.

Berkunjung ke Kabah di Makkah Al Mukarramah

Catatan dari Nol Kilometer, Titik Awal Perjalanan untuk Menjelajahi Dunia.

Ya, jaket ini kalau dipake rasanya panas. Saya sendiri pun tidak terbiasa memakai jaket dari bahan yang tidak bisa menyerap keringat seperti ini. Maklum, tubuh ini sangat produktif dalam menghasilkan keringat. Akibatnya, dalam setiap membeli pakaian, sepatu ataupun aksesoris lainnya pun, saya cenderung memilih yang berasal dari bahan kulit (asli). Pilih-pilih banget ya?

Kembali ke urusan jaket, saya tahu bahwa jaket yang diberikan ke saya itu dibeli jauh-jauh di Mekah pada waktu musim haji. Pun, dibeli khusus sebagai oleh-oleh (hanya) buat saya. Uang yang dipakai untuk membeli pun insyaAllah berasal dari hasil tabungan yang dikumpulkan bertahun-tahun. Dan karena sebab-sebab itulah saya membiarkan badan saya beradaptasi ketika memaki jaket istimewa itu. Alhasil, setelah beberapa kali perjalanan antar kota (dalam dan luar provinsi), badan saya pun mulai terbiasa dan menyesuaikan dengan sendirinya. Panas pun serasa menjadi energi tambahan dari bumi dan langit.

Kita, sebagai individu, seringkali melihat sesuatu dari sudut pandang yang kita tahu sahaja. Tak jarang, dengan pengetahuan dan pengalaman yang kita miliki, kita (sering) “terjebak” dalam status quo dan kenyamanan. Padahal, kita pun memiliki daya adaptasi dan imajinasi yang (insyaAllah) tak terbatas.

Jadi, meski kita sudah berkali-kali berada di titik nol, bukan berarti kita harus patah arang. Jika tiga tahun lalu kita terjatuh, dan tahun berikutnya dapat bangkit meski harus merangkak, dan tahun lalu kita mampu belajar untuk berjalan dan berdiri, maka tahun ini harusnya kita mampu untuk belajar untuk berlari dan mewujudkan imajinasi.

Jadi, meskipun berulang kai terjatuh, mari kita kembali bermain kisanak. Bukan masalah jatuh berapa kali, yang utama adalah pada akhirnya kita bisa berdiri tegak dan memandang ke depan.

Januari 18, 2012 – somewhere between Ampeldenta and Alexandria

*labbaika Allahumma labbaik, labbaika la sharika lak labbaik, innal-hamda wan-ni’mata laka walmulk, la sharika laka…

Nol Kilometer di Makkah al Mukarramah
Tanggal publikasi
: Februari 1, 2018
Modifikasi terakhir
: Maret 26, 2018