Belajar Tertawa Bersama Si Palui, Sang Abu Nawas van Borneo

Mari belajar tertawa a la urang Banjar, sembari berkenalan dengan si Palui, sang Abu Nawas van Borneo.

Si Palui, Sang Abu Nawas van Borneo

Tertawa, Suplemen Penambah Bahagia Ketika Berwisata.

Konon, tertawa itu sehat. Ada banyak riset/penelitian yang sudah menkonfirmasi khasiat tertawa bagi kesehatan tubuh. Ada pula studi yang menemukan fakta bahwa pada saat tertawa, daya kerja otak akan sama besarnya dengan ketika kita tengah melakukan meditasi. Ini kabar baik baik bagi yang peduli kesehatan tapi malas bermeditasi.

Umumnya, kita tertawa karena mendengar sesuatu yang lucu. Alhasil, selama sesaat, kita merasa terhibur dan bahkan merasa bahagia. Beban hidup dan segaa masalah yang menghadang pun serasa hilang. Tak heran jika kemudian banyak yang bilang kalau tertawa adalah obat segala penyakit.

Ya, tertawa adalah bagian dari aktivitas manusia. Meski sering dianggap remeh dan biasa, disadari atau tidak, tertawa (bukan kata “tertawa”) adalah bagian dari budaya. Tertawa seseorang yang memiliki latar belakang budaya Banjar, tentunya akan berbeda dengan tertawa seseorang yang memiliki latar belakang budaya Jawa. Meskipun konteks yang disampaikan sama.

Dalam budaya Banjar, salah seorang karakter yang dikenal mengundang tawa adalah Palui. Karakter Palui ini muncul sebagai tokoh laki-laki dari suku Banjar dan muncul dalam cerita-cerita rakyat Banjar. Tokoh Palui ini bisa disebut seperti Kabayan dari Sunda atau Abu Nawas dari Baghdad.

Palui selalu muncul dengan humor-humor seputar kehidupan sehari-hari dengan menggunakan bahasa Banjar. Tokoh Palui pun hadir dengan ciri khas khusus yaitu dirinya selalu lebih cerdik daripada teman-temannya. Tokoh Palui pun kerap hadir dengan berbagai latar belakang pekerjaan, melakukan poligami, suka menggoda perempuan, maupun digugat cerai istrinya. Kisah si Palui pun selalu muncul di salah satu surat kabar lokal terbesar setiap harinya.

Kisah si Palui sendiri pada awalnya adalah tokoh cerita lisan yang diceritakan oleh para penutur kisah di Kalimantan Selatan. Dalam setiap kisahnya, Palui selalu hadir dengan teman-temannya. Dan dengan budaya dan masyarakat Banjar sebagai latar belakang, Palui pun hadir dengan sedikit banyak membawa pesan-pesan agama Islam dalam setiap kisahnya.

Pesan-pesan dalam kisah Palui kebanyakan disampaikan dalam bentuk humor yang mengundang kita untuk tertawa. Humor plesetan, humor sindiran, humor ejekan, humor permainan kata, maupun humor agama yang ada juga selalu memiliki makna, baik itu tersirat maupun tersurat. Makna dari humor-humor ini pun beragam, mulai dari ketaatan pada Tuhan, pendidikan, memberikan kritik, menarik perhatian sampai memberikan pemahaman akan sesuatu hal. Satu yang pasti, selalu ada tawa dalam setiap kisah si Palui.

Jadi, jika tertawa dan bahagia adalah salah satu tujuan ketika berwisata, silahkan datang ke Kota Banjarmasin. Festival Si Palui 6 akan dilaksanakan pada tanggal 27 – 29 April 2018 di Gedung Balairung Sari, Taman Budaya Kalimantan Selatan. Kali ini, tema besar yang diusung Festival Si Palui adalah “Politik Demokrasi”.

Belajar Tertawa Bersama Si Palui, Sang Abu Nawas van Borneo
Tanggal publikasi
: Maret 5, 2018
Modifikasi terakhir
: Maret 26, 2018